Hendryswong's Blog

Just another WordPress.com site

  • Klik tertinggi

    • Tak ada
  • Pengunjung

    • 270,177 hits

Mengenal karakter batu perhiasan dan cara Merawatnya

Posted by hendryswong pada Juli 25, 2010






Jika Anda ingin mengenal lebih jauh tentang batu permata atau batu mulia, artikel ini dapat dijadikan referensi yang berguna. tentang definisi mineral, kristal dan membahas tentang berbagai aspek batu permata seperti sifat gores, kekerasan, warna, dan berat jenis.

Mineral

Mineral adalah suatu zat yang terdapat dalam alam dengan komposisi kimia yang khas dan biasanya mempunyai struktur kristal yang jelas, yang kadang-kadang dapat menjelma dalam bentuk geometris tertentu.
Istilah mineral dapat mempunyai bermacam-macam makna; sukar untuk mendefinisikan mineral dan oleh karena itu kebanyakan orang mengatakan, bahwa mineral ialah satu frase yang terdapat dalam alam. Sebagaimana kita ketahui ada mineral yang berbentuk :

* Lempeng
* Tiang
* Limas
* Kubus

Batu permata kalau ditelaah adalah merupakan campuran dari unsur-unsur mineral.
Setiap mineral yang dapat membesar tanpa gangguan akan memperkembangkan bentuk kristalnya yang khas, yaitu suatu wajah lahiriah yang dihasilkan struktur kristalen (bentuk kristal). Ada mineral dalam keadaan Amorf, yang artinya tak mempunyai bangunan dan susunan kristal sendiri (mis kaca & opal). Tiap-tiap pengkristalan akan makin bagus hasilnya jika berlangsungnya

Kristal

Kristal adalah sebuah benda yang homogen, berbentuk sangat geometris dan atom-atomnya tersusun dalam sebuah kisi-kisi kristal,karena bangunan kisi-kisi kristal tersebut berbeda-beda maka sifatnya juga berlainan. Kristal dapat terbentuk dalam alam (mineral) atau di laboratorium. Kristal artinya mempunyai bentuk yang agak setangkup (symetris) dan yang pada banyak sisinya terbatas oleh bidang datar, sehingga memberi bangin yang tersendiri sifatnya kepada mineral yang bersangkutan.
Benda padat yang terdiri dari atom-atom yang tersusun rapi dikatakan mempunyai struktur kristalen. Dalam suasana yang baik benda kristalen dapat mempunyai batas bidang rata-rata & benda itu dinamakan kristal (HABLUR) & bidang rata itu disebut muka krsital.

Ada 32 macam gelas kristal yang dipersatukan dalam 6 sistem kristal, yaitu:

1. REGULER, Kubus atau ISOMETRIK ketiga poros sama panjang dan berpotongan tegak lurus satu sama lain (contoh : intan, pirit, garam batu)
2. TETRAGONAL (berbintang empat) ketiga poros tegak lurus satu sama lain, dua poros sama panjang sedangkan poros ketiga berbeda (contoh chalkopirit, rutil, zircon).
3. HEKSAGONAL (berbintang enam) Hablur ini mempunyai empat poros, tiga poros sama panjang dan terletak dalam satu bidang, bersilangdengan sudut 120 derajat (60 derajat), tetapi poros ke-empat tegak lurus atas bidang itu dan panjangnya berbeda (contoh apalit, beryl, korundum).
4. ORTOROMBIS (irisan wajik) ketiga poros tidak sama panjang du poros berpotongan siku-siku dan poros ketiga memotong miring bidang kedua poros tadi (berit, belerang, topaz)
5. MONOKLIN (miring sebelah) ketiga poros tidak sama panjang, dua dari porosnya berpotongan sorong & poros ketiga tegak lurus atas kedua poros tadi (gips, muskovit, augit)
6. TRIKLIN (miring, ketiga arah) ketiga poros tidak sama panjang dan berpotongan serong satu sama lain(albit, anortit, distin)

Bentuk kristal dibagi dalam 6 tata hablur yang didasarkan:

* perbandingan panjang poros – poros hablur
* besarnya sudut persilangan poros – poros hablur

Sifat Gores

Kristal / mineral yang mempunyai kekerasan < 7 jika digosokkan pada lempengan porselin yang kasar biasanya meninggalkan ditempat penggosokan tersebut suatu garis yang seringkali berwarna lain dari mineral itu sendiri.

* Pirit yang warnanya kuning emas meninggalkan garis hitam.
* Hematit (Fe2O3) yang berkilap kelogam – logaman atau memberigaris merah darah
* Fluisvat memberikan garis putih (mineral yang berwarna terang tetapi memberi garis putih)

Skala Kekerasan MOH's

Kekerasan adalah sebuah sifat fisik lain, yang dipengaruhi oleh tata letak intern dari atom. Untuk mengukur kekerasan mineral dipakai Skala Kekerasan MOHS (1773-1839).

1. Talk, mudah digores dengan kuku ibu jari
2. GIPS, mudah digores dengan kuku ibu jari
3. Kalsit, mudah digores dengan pisau
4. Fluorit, mudah digores dengan pisau
5. Apatit, dapat dipotong dengan pisau (agak sukar)
6. Ortoklas, dapat dicuwil tipis-tipis dengan pisau dibagian pinggir
7. Kwarsa, dapat menggores kaca
8. Topaz, dapat menggores kaca
9. Korundum, dapat mengores topaz
10. Intan, dapat menggores korundum

Bentuk Kristal Intan ialah benda padat besisi delapan (OKTAHEDRON)

1. K = 1 : Talk/Silikat magnesia yang mengandung air
2. K = 2 : Gips (CaSO4), batu tahu
3. K = 3 : Kalsit (CaCo3)
4. K = 4 : Vluispat (CaF2)
5. K = 5 : Apatit mengandung chloor
6. K = 6 : Veldspat, kaca tingkap
7. K = 7 : Kwarsa, pisau dari baja
8. K = 8 : Topas; Silikat alumunium yang mengandung borium, batu permata
9. K = 9 : Korsum (Al2O3 dalam corak merah, batu permata delima, corak biru batu nilam/safir)
10. K = 10 : intan batu permata

Masing-masing mineral tersebut diatas dapat menggores mineral lain yang bernomor lebih kecil dan dapat digores oleh mineral lain yang bernonor lebih besar. Dengan lain perkataan SKALA MOHS adalah Skala relative. Dari segi kekerasan mutlak skala ini masih dapat dipakai sampai yang ke 9, artinya no. 9 kira-kira 9 kali sekeras no. 1, tetapi bagi no. 10 adalah 42 kali sekeras no. 1

K.E. Kinge (1860) dalam Han Sam Kay mengelompokkan batu permata yang dijadikan perhiasan dalam lima kelas sebagai berikut :

1. Batu permata Kelas I, Nilai Keras antara 8 s/d 10
2. Batu Permata kelas II, Nilai Keras antara 7 s/d 8
3. Batu permata Kelas III
Batu permata kelas ini tergolong jenis batu mulia dan batu mulia tanggung, nilai kerasnya kira-kira 7, sebagian besar terdiri dari asam kersik (kiezelzuur), keculai pirus (tuquois)
4. Batu-Batu mulia Tanggung yaitu batu kelas IV, nilai keras antara 4 – 7
5. Batu kelas V
Batu kelas V nilai kerasnya dan kadar berat jenisnya sangat berbeda-beda. Warnanya gelap (kusam) dan kebanyakan agak keruh, tidak tembus cahaya, batunya sedikit mengkilap, dan harganyapun amat murah bila dibandingkan dengan harga batu mulia.
Dalam kelas ini termasuk batu marmer dan batu kelas V tidak tergolong batu mulia.

Belahan

Belah adalah kecenderungan batu permata untuk membelah kearah tertentu menyusur permukaan bidang rata, lebih spesifik lagi ia menunjukkan kearah mana ikatan-ikatan diantara atom relative lemah dan biasanya reta-retak menunjukan arah belah.
Belahan ialah sifat untuk menjadi belah menurut bidang yang agak sama licinnya

* belahan baik sekali
* baik
* sedang
* buruk
* tidak ada belahan sama sekali

Warna

Kenapa kita dapat melihat berbagai warna ?
Warna dapat dilihat ketika terjadi beberapa proses pemindahan panjang gelombang, beberapa menyerap panjang gelombang spesifik dari spektrum yang dapat dilihat. Spektrum yang dapat dilihat terdiri dari warna merah, oranye, kuning, hijau, biru, nila dan violet.

Ketika terjadi pemindahan panjang gelombang akan mempengaruhi energi dan akan terjadi perubahan warna dan jika permata itu mengandung besi biasanya akan terlihat berwarna kelam, sedangkan yang mengandung alumunium biasanya terlihat berwarna cerah, tetapi juga ada mineral yang berwarna tetap seperti air (berkristal) dan dinamakan Idhiochromatic

Disini warna merupakan sifat pembawaan disebabkan karena ada sesuatu zat dalam permata sebagai biang warna (pigment agent) yang merupakan mineral-mineral yaitu : belerang warnanya kuning; malakit warnanya hijau; azurite warnanya biru; pirit warnanya kuning; magatit warnanya hitam; augit warnanya hijau; gutit warnanya kuning hingga coklat; hematite warnanya merah dsbnya.

Ada juga mineral yang mempunyai warna bermacam-macam dan diistilahkan allokhromatik, hal ini disebabkan kehadiran zat warna (pigmen), terkurungnya sesuatu benda (inclusion) atau kehadiran zat campuran (Impurities). Impurities adalah unsur-unsur yang antara lain terdiri dari Ti, V, Cr, Mn, Fe, Co, Ni, Cu, dan biasanya tidak hadir dalam campuran murni, unsur-unsur yang terkonsentrasi dalam batu permata rendah.

Aneka warna batu permata ini sangat mempersona manusia sehingga manusia memberi gelar “mulia” pada batu-batu itu, contoh intan yang hanya terdiri dari satu unsur mineral yakni zat arang merupakan benda yang padat yang bersisi delapan karena adanya zat campuran yang berbeda akan menyebabkan warna yang berbeda : tidak berwarna, kuning, kuning muda, agak kebiru-biruan, merah, biru agak hijau, merah jambu, merah muda, agak kuning coklat, hitam yang dinamakan carbonado, hijau daun. Banyak mineral hanya memperlihatkam warna yang terang pada bagian-bagian yang tipis sekali. Mineral yang lebih besar dan tebal selalu memberi kesan yang hitam, tanda demikian antara lain diperlihatkan oleh banyak mineral.

Warna hijau muda; jika warna tersebut makin tua berarti makin bertambah Kadar Fe didalam molekulnya.

Berat Jenis (BD)

Untuk mengetahui mineral yang belum diketahui BD-nya dipakai alat yang disebut cairan berat :

* Pertama : Bromoform (ChBr)
* Kedua : Joodmethylin (Ch2 J2)
* Ketiga : Cclerici yaitu larutan Thallium malonat formiat

Mineral dengan BD 2,68 mineral berat

* Labradorit: 2,70
* Anortit: 2,76
* Augit hornblende: 3,20
* Maskotit: 2,90
* Biotitit: 3,00
* Korundum: 3,20
* Turmalin

Mineral dengan BD 3,3 – 4 mineral amat berat

* olifin
* starolit
* granat / garnet

Mineral dengan BD > 4 dan kekerasan = 7

* Zirkon

Kenapa Batu Permata Begitu “Berwarna”?

Aneka warna batu permata sangat mempesona sehingga manusia memberinya gelar “mulia” pada batu-batu itu, contoh intan yang hanya terdiri dari satu unsur mineral yakni zat arang merupakan benda yang padat yang bersisi delapan karena adanya zat campuran yang berbeda akan menyebabkan warna yang berbeda : tidak berwarna, kuning, kuning muda, agak kebiru-biruan, merah, biru agak hijau, merah jambu, merah muda, agak kuning coklat, hitam yang dinamakan carbonado, hijau daun.

Banyak mineral hanya memperlihatkam warna yang terang pada bagian-bagian yang tipis sekali. Mineral yang lebih besar dan tebal selalu memberi kesan yang hitam, tanda demikian antara lain diperlihatkan oleh banyak mineral. Demikian juga untuk yang berwarna hijau muda; jika warna tersebut makin tua berarti makin bertakadar Fe (besi) didalam molekulnya.

Saat duduk di bangku SMP atau SMA, kita mendapat penjelasan bahwa warna dapat dilihat ketika terjadi beberapa proses pemindahan panjang gelombang, dan menyerap panjang gelombang spesifik dari spektrum yang dapat dilihat. Spektrum yang dapat dilihat terdiri dari warna merah, oranye, kuning, hijau, biru, nila dan violet.

Ketika terjadi pemindahan panjang gelombang akan mempengaruhi energi dan akan terjadi perubahan warna dan jika permata itu mengandung besi biasanya akan terlihat berwarna kelam, sedangkan yang mengandung alumunium biasanya terlihat berwarna cerah, tetapi juga ada mineral yang berwarna tetap seperti air (berkristal) dan dinamakan Idhiochromatic.

Disini warna merupakan sifat pembawaan disebabkan karena ada sesuatu zat dalam permata sebagai biang warna (pigment agent) yang merupakan mineral-mineral yaitu : belerang warnanya kuning; malakit warnanya hijau; azurite warnanya biru; pirit warnanya kuning; magatit warnanya hitam; augit warnanya hijau; gutit warnanya kuning hingga coklat; hematite warnanya merah dsbnya.

Ada juga mineral yang mempunyai warna bermacam-macam dan diistilahkan allokhromatik, hal ini disebabkan kehadiran zat warna (pigmen), terkurungnya sesuatu benda (inclusion) atau kehadiran zat campuran (Impurities). Impurities adalah unsur-unsur yang antara lain terdiri dari Ti, V, Cr, Mn, Fe, Co, Ni, Cu, dan biasanya tidak hadir dalam campuran murni, unsur-unsur yang terkonsentrasi dalam batu permata rendah.

Tips Merawat Perhiasan

Selain dapat menambah nilai pada penampilan, perhiasan juga dapat meningkatkan kepercayaan diri bahkan sebagai simbol status sosial seseorang. Apakah itu perhiasan pria maupun perhiasan wanita. Agar perhiasan berumur panjang, jangan hanya bisa memakainya saja tapi anda harus bisa merawatnya juga. Setiap jenis perhiasan akan berbeda cara perawatannya, jadi simak beberapa langkah berikut ini.

Perhiasan berlian. Cincin atau anting berlian wajib dirawat dengan penggosokan secara berkala setidaknya 6 bulan sekali agar kemilaunya tetap terjaga. Perhiasan tsb termasuk perhiasan wanita – girls jewellery. Lakukanlah di toko berlian yang menyediakan jasa ini. Atau anda bisa lakukan sendiri dengan cara menyiapkan air hangat yang sudah ditetesi cairan pencuci piring. Celupkan perhiasan berlian anda ke dalam cairan tersebut. Sikat secara lembut dengan sikat gigi bekas agar kotoran dapat terjangkau sampai ke dalamnya. Setelah disikat, keringkan dengan kain yang lembut dengan cara ditekan-tekan. Atau anda bisa merendam selama 30 menit ke dalam air yang 1/6 nya sudah mengandung ammonia, dan keringkan dengan kain yang lembut. Bisa dilakukan terhadap cincin perhiasan maupun batu perhiasan. Untuk mutiara akan berbeda cara perawatannya karena mutiara sangat rentang terhadap cairan yang mengandung zat kimia, seperti hairspray, nail polish atau ammonia. Cairan tersebut dengan mudah bisa merusak mutiara anda. Jadi lap mutiara anda setelah mengenakannya dengan kain yang lembut. Untuk hasil yang maksimal, basahi kain dengan air sabun, peras dan seka mutiara secara searah. Lalu keringkan dengan kain basah (tanpa air sabun). Cincin perhiasan atau batu perhiasan yang dilakukan dengan cara demikian kembali kinclong dan terawat.

Perlu anda perhatikan, cangkang dari perhiasan mutiara anda mudah sekali untuk kendor atau lepas. Agar mutiara semisal batu cincin tidak terlepas sewaktu-waktu, coba sesekali anda kencangkan kembali di ahli perhiasan. Karena mutiara sangat rentan terhadap parfum dan cat kuku, selalu pasang perhiasan mutiara termasuk yang ada batu cincinnya setelah anda selesai berdandan.

Perak memang harganya tidak semahal seperti berlian atau mutiara, tapi bagi anda yang menyenangi perhiasan jenis ini, tidak ada salahnya menjaga kilaunya tetap bersinar. Misalnya untuk merawat model cincin perlu dilakukan juga langkah berikut. Gunakan cairan pembersih khusus perak (tersedia di toko perhiasan). Jika perak anda terangkai dengan batu-batuan, baca instruksinya dengan cermat. Ada beberapa cairan pembersih yang dapat merusak beberapa jenis batu-batuan. Setelah dibersihkan, keringkan dengan kain lembut.

Yang perlu anda ketahui, perak sangat mudah tergores, jadi hindari menggosok dengan kain lain selain kain khusus. Model cincin, gelang, kalung, dsb akan rusak. Agar kilau perak tidak pudar, jauhkan dari cahaya dan udara. Bungkus dengan kertas kedap air, lalu masukkan ke dalam plastik dan simpan di tempat yang gelap.

Sedangkan untuk model perhiasan emas, agar tetap berkilau, gosok dengan kain yang sangat lembut dan gunakan cara perawatan atau membersihkannya seperti perawatan pada perhiasan berlian. Setelah model perhiasan seperti itu dibersihkan, sebaiknya simpan dalam kotak perhiasan agar lebih aman. So, treat your jewellery (man or girls jewellery) kindly and they will be more shinning.

sumber :
Wikipedia
http://www.indofamilywomen.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: