Hendryswong's Blog

Just another WordPress.com site

Sekilas mengenai rokok Elektronik

Posted by hendryswong pada Agustus 11, 2010


Semua perokok menyedari akan bahaya rokok. Ramai yang mencuba untuk berhenti tetapi gagal. Ia tidak semudah melafazkan kata berhenti. Bukan mudah untuk mengubati dan mengganti tabiat fizikal dan saikologi yang telah bertahun mendarah daging.

Kini, dengan Rokok Elektronik, InsyaAllah dapat membantu anda mengawal ketagihan rokok, sekaligus membendung risiko bahaya daripada rokok tembakau.

Sekiranya anda telah lama dalam diam menyimpan hasrat untuk berhenti merokok, alat ini perlu anda pertimbangkan dengan serius. Ia amat mirip kepada rokok tembakau biasa, tetapi hampir tanpa risiko yang besar seperti rokok tembakau yang anda hisap.

Secara fizikal dan saikologikal Rokok Elektronik mampu memberi dorongan kepada anda memecahkan tabiat buruk merokok.

Rokok Elektronik ini juga boleh menjadi hadiah paling berharga untuk yang tersayang, sebagai tanda kasih dan prihatin anda kepada masalah ketagihan yang ditanggungnya. Biarlah ini menjadi tanda usaha kecil anda untuk mereka berhenti merokok.
Duit boleh dicari, nyawa tiada galang ganti.

Bagaimana Rokok Elektronik Berfungsi

[1.] Apabila mikro-prosesor mengesan pengaliran udara (apabila ia disedut), Atomizer dihidupkan (on).
[2.] Atomizer mencampurkan udara + nikotin cecair menghasilkan wap / wasap yang disedut dan dihembus keluar.
[3.] Lampu LED menyala ketika disedut memberi simulasi api rokok. Punca tenaga semua proses ini adalah dari bateri.

Perbandingan Rokok Elektronik Vs Rokok Tembakau

Terdapat pelbagai alat terapi gantian nikotin bagi membantu anda menangani tabiat merokok. Tetapi Rokok Elektronik adalah calon yang lebih baik kerana ia memenuhi dua faktor penting ketagihan rokok iaitu; (1) Faktor Fisiologi (2)Faktor Saikologi.

Nikotin adalah merupakan satu faktor ketagihan rokok. Dosej yang kecil setiap kali ambilan membuatkan anda ketagih. Rokok Elektronik memberikan dosej nikotin ini dalam dosej yang terkawal (lebih rendah daripada dosej nikotin dari rokok tembakau) dan terdapat beberapa tahap dosej katrij nikotin untuk anda secara perlahan keluar dari ketagihan nikotin.

Anda tidak merasakan ‘kick’ nikotin daripada tampalan nikotin, kunyahan nikotin dan pil. Tetapi dengan Rokok Elektronik anda boleh merasakan ‘kick’ ini sama atau hampir sama dengan ‘kick’ nikotin daripada rokok biasa.

Faktor Fisiologi Rokok Elektronik Tampalan Nikotin Kunyahan Nikotin Pil

Faktor saikologi adalah faktor yang paling payah untuk ditangani. Dengan alat terapi gantian nikotin yang lain, faktor saikologi ini tidak dapat ditangani sama sekali. Tetapi dengan Rokok Elektronik, ia mirip rokok tembakau dan cara pengambilannya serupa dengan rokok biasa. Oleh itu, anda boleh secara perlahan ‘menipu’ diri anda sendiri keluar dari ketahihan rokok.

http://www.rokokelektronik.com

badan pom: rokok elektronik tidak aman
Umum / Jumat, 6 Agustus 2010 18:13 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pengawasan Obat dan Makanan memperingatkan masyarakat bahwa rokok elektronik yang telah beredar di beberapa kota adalah produk ilegal dan tidak aman.

“Produk ini belum diuji klinis oleh karena itu berbahaya. Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menyatakan produk ini tidak aman dikonsumsi, merekomendasikan untuk melarang peredarannya,” papar Direktur Pengawasan NAPZA Badan POM Danardi Sosrosumihardjo di Jakarta, Jumat (6/8).

Rokok elektronik atau “Elecronic Nicotine Delivery Systems” (ENDS) dipasarkan sebagai pengganti rokok dan diklaim tidak menimbulkan bau dan asap.

Bentuknya seperti batang rokok biasa, tetapi alih-alih membakar daun tembakau, seperti produk rokok konvensional, ENDS membakar cairan menggunakan baterai dan uapnya itu masuk ke paru-paru pemakai.

Produk itu dipasarkan dengan banyak nama, di antaranya rokok elektronik, ecigarro, electro-smoke, green-cig, dan smartsmoker.

Danardi mengatakan pihaknya telah mendapatkan laporan dari berbagai wilayah, antara lain Makasar, Semarang, Lampung, dan Palembang, mengenai beredarnya produk ilegal tersebut dan telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk penertiban.

“Karena ilegal, Badan POM tidak dapat melakukan pengawasan. Produk ini juga belum terdaftar sebagai rokok sehingga tidak dapat ditertibkan oleh Bea Cukai,” papar Danardi.

Dalam sebuah leaflet atau selebaran, salah satu produk tersebut yang bernama Rokok Elektrik Surabaya memasarkan dua jenis rokok, yakni berwarna hitam dan hijau.

Rokok warna hitam dijual seharga Rp190 ribu dan warna hijau seharga Rp160 ribu. Produk itu juga mengklaim telah mendapatkan sertifikat internasional dan nasional yang dibantah keras oleh Badan POM.

“Produk ini belum didaftarkan di Indonesia. Di banyak negara juga beredar secara ilegal. China dan Hong Kong sekarang sudah melarang karena dianggap beracun,” kata Danardi.

Industri ENDS disebutnya tidak secara jelas mengungkapkan kombinasi bahan kimia yang dimasukkan selama proses pembuatan. “Jumlah industri juga tidak jelas, tapi dari pencarian internet paling sedikit terdapat 24 perusahaan yang berizin dan lebih banyak merek dan modelnya,” papar Danardi.

Badan POM Amerika Serikat, FDA pada Mei 2009 lalu melakukan analisis terhadap rokok tersebut dan menguji kandungan e-cigarette dari dua perusahaan. Hasilnya adalah ditemukan adanya kandungan dietilen glikol dan nitrosamin yang spesifik dalam tembakau.

Studi FDA juga menunjukkan ketidakkonsistenan kadar nikotin dalam wadah dengan label yang sama. Bahkan, dalam wadah ENDS berlabel tidak mengandung nikotin masih ditemukan nikotin.

“The World Health Organization” (WHO) pada September 2008 telah menyatakan bahwa mereka tidak menyetujui dan tidak mendukung rokok elektronik dikonsumsi sebagai alat untuk berhenti merokok.

Pada 6-7 Mei 2010 lalu, WHO kembali mengadakan pertemuan membahas mengenai peraturan terkait keselamatan ENDS dan menyatakan bahwa produk tersebut belum melalui pengujian yang cukup untuk menentukan apakah aman dikonsumsi.

Atas pertimbangan itu, maka Badan POM menyarankan agar produk tersebut dilarang beredar, dan kepada masyarakat agar tidak mengonsumsi produk alternatif rokok tersebut. “Kami ingin mengatakan kepada masyarakat, produk ini tidak aman,” kata Danardi menegaskan.(Ant/BEY)

Tanggapan kami sebagai masyarakat:
Badan POM dan NAPZA sudah ada anggaran untuk melakukan self test berdasar independensi badan tersebut tapi kenapa belum di test sudah dinyatakan tidak aman. Sedangkan yang berhak melarang dan menentukan boleh tidaknya di jualnya produk tersebut adalah menteri perdagangan.
Bagaimanapun kita sebagai masyarakat yang baik adalah wajib menuruti walaupun Rokok elektronik E-Health Cigaratte tidak disebutkan sebagai rokok elektrik yang tidak aman.
Oleh karena itu kami hentikan penjualan rokok elektrik.

E HEALTH CIGARETTE Rokok Elektrik
Rokok Elektrik atau E-cigarette adalah rokok yang dirancang khusus dibuat untuk para perokok yang ingin mencoba BERHENTI merokok atau setidaknya MENGURANGI kebiasan merokok tradisional dengan mengganti ke cara yang nyaman dan lebih aman untuk diri sendiri dan sekitarnya. Terbukti 99.9% aman dan ramah lingkungan karena telah mendapatkan Certificate CE n ROH.

Electronic cigarette atau e-cigarette adalah produk rokok elektronik yang beroperasi dengan menggunakan baterai.
Uap nikotin yang dihasilkan oleh e-cigarette dapat di hirup oleh si penghisap rokok tersebut. Perbedaannya adalah
alat ini tidak menghasilkan tar dan zat-zat berbahaya lain yang terdapat di rokok biasa

Kelebihan menggunakan rokok elektrik “HEALTH E-CIGARETTE” :
1. Rasa Aman, bebas dari -+4000 jenis bahan kimia (yang dicurigai terkandung dalam rokok biasa) yang menyebabkan :
Kanker paru,otak,rahim, ginjal, mulut, gigi hitam & rusak, mulut bau, kerusakan pembuluh darah, gagal jantung & impotensi dll
2. 100% bebas dari Api yang membakar & Asap yang beracun(CO, Pb, Hydrogen Cyanide, Methane, dll)
3. Anda bebas merokok dimana saja karena HEALTH hanya memproduksi asap dan api buatan yang 100% aman
dan tidak berbau.
4. Ramah Lingkungan dan berteknologi tinggi (Nano teknologi).
5. HEALTH.. Anda membuktikan bahwa Anda menyayangi Diri Anda, Keluarga Anda dan lingkungan sekitar.
6. Praktis, baterai dapat di isi ulang (di charge) dan dapat di pergunakan berulang-ulang.
7. Tanpa abu rokok, sehingga tidak perlu menyediakan asbak dan membersihkan ceceran abu dimanapun
anda merokok.
8. Sebagai alat terapi bagi yang ingin menghentikan kebiasaan merokok

Rokok Elektrik (e-Cigarette) menggunakan keping pintar/cerdas dan sensor aerodinamis
untuk mengendalikan asap yang dihasilkan.
Pada Rokok Elektrik (e-Cigarette), terdapat cairan berberat jenis rendah yang digunakan
untuk memproduksi aroma dan uap melalui transmisi penyalur super mikro yang berbentuk
saluran-saluran kecil berongga. Cairan tersebut diatomisasi sehinga menjadi butiran asap
berukuran 0.3-1.2um.

Pada rokok tembakau biasa, nikotin yang terkandung di dalamnya adalah sebesar 1.1mg/pcs.
Sehingga tiap pak rokok biasa mengandung 1.1mg x 20 batang = 22mg nikotin.
Sedangkan Rokok Elektrik (e-Cigarette) memberikan kuota penghirupan lebih dari 300 kali
yang setara dengan satu pak rokok biasa (20 batang). Kepadatan yang tertinggi adalah 6mg.
Jauh lebih rendah di banding dengan rokok tembakau konvensional

Untuk Cartridge (Isi Ulang) tersedia rasa (Marlboro Mint, Marlboro, Sampoerna Mint, Sampoerna, Gudang Garam dan Dji Sam Soe)

Harga 1 Bungkus Cartridge (10 pcs) :

Rp. 50.000

Konsumsi 1 pc cartridge sekitar 200 hisapan, atau setara dengan 10 batang rokok konvensional.
Silahkan order dengan kilk Tombol Beli … jangan ragu belanja di Toko Online Perantara Shop ~ Toko Online Terpercaya
Disclaimer:
Rokok elektronik ini bukan merupakan suatu pengobatan atau therapy untuk pecandu rokok, setidaknya ada beberapa zat kandungan berbahaya yang di curigai berada pada rokok biasa tidak terdapat pada rokok elektrik ini.
read more:
World Health Organization
The World Health Organization proclaimed in September 2008 that it does not consider the electronic cigarette to be a legitimate smoking cessation aid, and demanded that marketers immediately remove from their materials any suggestions that the WHO considers electronic cigarettes safe and effective.[26] The WHO states that to its knowledge, “no rigorous, peer-reviewed studies have been conducted showing that the electronic cigarette is a safe and effective nicotine replacement therapy. WHO does not discount the possibility that the electronic cigarette could be useful as a smoking cessation aid.” WHO Tobacco Free Initiative director ad interim Douglas Bettcher states, “If the marketers of the electronic cigarette want to help smokers quit, then they need to conduct clinical studies and toxicity analyses and operate within the proper regulatory framework. Until they do that, WHO cannot consider the electronic cigarette to be an appropriate nicotine replacement therapy, and it certainly cannot accept false suggestions that it has approved and endorsed the product.”
Selamat mencoba .. keputusan ada pada anda.

Metrotvnews.com,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: