Hendryswong's Blog

Just another WordPress.com site

Hudson si two face Indonesia mencari bakat

Posted by hendryswong pada September 18, 2010


PROGRAM Indonesia Mencari Bakat(IMB), Trans TV, melahirkan sosok-sosok menawan yang mencuri perhatian. Salah satunya sang penampil two face, Hudson. Dia menghibur mata pemirsa dengan penampakkannya yang unik.

hudson

Tidak seperti karakter two face di Batman yang keduanya berjenis kelamin laki-laki, atau konsepsi dua wajah seniman tari Didik Nini Thowok yang depan-belakang. Tampilan two face milik pria bernama asli Hudson Prananjaya ini satu sisi tubuhnya laki-laki, sisi lainnya perempuan, dari ujung rambut hingga ujung kaki.

Tidak dalam artian sesungguhnya, karena penampilan separuh-separuhnya Hudson hanya mengandalkan riasan wajah dan kostum.

Kepada si “laki-laki” dan si “perempuan” dalam tubuhnya, Hudson memberikannya sebuah nama. Untuk si “laki-laki” serupa namanya sendiri yaitu Hudson, sedangkan si “perempuan” adalah Jessica.

Aksi “keduanya” di panggung IMB memikat karena merupakan gaya baru di panggung pertunjukkan seni televisi nasional. Membuat kagum banyak orang bagaimana Hudson tidak hanya menampilkan dua wajah, tapi juga dua suara dan dua perilaku.

Dia bernyanyi dengan vokal laki-laki sekaligus perempuan secara live, lengkap dengan kemasan teatrikal yang kocak. Sekali waktu dia bertingkah kemayu, lain waktu dia gagah dan jantan. Ingat salah satu penampilannya sebagai Benyamin dan Ida Royani menyanyikan “Di Sini Aje”?

Sebagai two face, Hudson melakukannya sejak sekitar 3 tahun silam. Ketika itu, pemuda asal kota gudeg Yogyakarta ini bekerja di sebuah kelab sebagai event manager. Ada tuntutan kepada dirinya untuk selalu bisa menghadirkan pertunjukan yang segar sekaligus menghibur untuk para tamu.

“Waktu itu aku kehabisan ide. Aku pikir bikin apa lagi, yaaa?” buka Hudson riang. “Lalu aku terpikir untuk tampil sebelah cowok, sebelah cewek. Ternyata responsnya bagus. Dari sana aku mulai menyeriusi (seni) ini,” bebernya seru.

Hingga menemukan bentuk patennya, duet “Hudson-Jessica” melewati perjalanan panjang. Nama Jessica serta penetapan sisi mana tubuhnya sebagai Jessica ditemukan Hudson seiring waktu.

“Kalau nama Jessica, itu hasil diskusi bersama teman-teman. Nama panggilan aku kan Yosan. Nama cewek apa yang mirip-mirip itu, ya Jessica,” kata Hudson.

Lalu mengapa dia memutuskan sisi kanan sebagai Jessica, itu sebuah ketidaksengajaan. “Waktu itu aku tampil di satu daerah. Satu-satunya sepatu perempuan yang aku bawa sebelah kirinya hilang. Jadi mau enggak mau, aku tampilkan Jessica di sisi kanan,” paparnya.

Walau kemudian sepatu sebelah kiri itu ditemukan lagi, sisi kanan tetap untuk Jessica. “Lagi pula tangan kiri aku bertato. Tidak cocok juga untuk jadi tangan perempuan,” sebutnya beralasan.

Kalau mau tahu dari mana Hudson mendapat inspirasi tentang two face, dia menyebut Thailand. Di negeri Gajah Putih itu seni pertunjukkan two face ala Hudson telah lama populer. “Tapi di sana mereka menyanyi lipsync. Sementara aku, menyanyi dengan suaraku sendiri dan live,” aku Hudson bangga.

Ya, menghibur orang-orang dengan menyanyi adalah hasrat utama Hudson ketimbang penampilan two face-nya. Menyanyi adalah impiannya sejak lama. Dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, sampai duduk di bangku sekolah menengah pertama, Hudson, ditemani sang ibu, rajin mengikuti kompetisi menyanyi dan memenangi beberapa di antaranya. Bahkan saat menginjak remaja, Hudson sempat akan rekaman.

“Sayangnya batal,” sedikit sesal Hudson. “Karena suara aku tuh kecil, enggak cocok bawain lagu dewasa. Tapi kalau dikasih lagu anak-anak juga enggak cocok, karena badan aku bongsor,” terang cowok kelahiran 27 Maret 1979.

Batal rekaman di Jakarta, Hudson bersama sang ibu yang setia menemani pulang ke Yogyakarta. Sambil sekalian

Hudson (Hono/BI)

ungsu dari 5 bersaudara ini melanjutkan pendidikan ke bangku SMA. Masih dengan mimpi yang sama untuk menjadi penyanyi, di kota pelajar itu, Hudson tetap rajin mengikuti kompetisi menyanyi. Hingga sesuatu yang janggal menimpa Hudson. “Aku enggak pernah menang (lomba) lagi. Karena suara aku tetap kecil, enggak berubah-berubah,” kata Hudson.

Suara sopran (identik dengan vokal perempuan) milik Hudson tidak bisa dikategorikan di perlombaan menyanyi antar solois pria. Membuatnya selalu terkalahkan. “Akhirnya waktu itu aku menyerah. Aku enggak pernah lagi ikut lomba menyanyi,” urainya. Hudson pun malah banting setir menjadi pedagang. “Jualan roti, jualan apa pun, yang penting bisa menghasilkan untuk keluarga.”

Tidak pernah ikut lomba menyanyi lagi, namun Hudson tidak pernah berhenti menyanyi. Hingga dia bekerja di kelab dan berubah wujud menjadi two face, penyuka warna hitam dan putih ini terus menampilkan kepiawaiannya bernyanyi.

Ada keuntungan dalam berpenampilan two face. Suara sopran miliknya jadi bermanfaat untuk vokal Jessica. Suara sopran yang semula kekurangan berganti menjadi kelebihan Hudson. Nama Hudson sebagai penampil two face pun mulai tenar di luar kelab.

“Aku juga nyanyi di acara perkawinan, atau acara-acara gathering,” cerita Hudson.

Sampai akhirnya di awal tahun 2010, Hudson mendengar ada ajang pencarian bakat yang berbeda di televisi. Ajang pencarian bakat tanpa kategori yang saklek. “Aku ikut audisi Indonesia Mencari Bakat, dan ternyata lolos sampai sekarang.”

Well, memang hanya di ajang seperti IMB bakat yang dimiliki Hudson bisa tertampung. Walau pada dasarnya, Hudson tetap berpegang pada hasratnya dan juga impian sang ibu — yang ternyata harus berpulang ke hadapan Ilahi tepat pada saat Hudson berproses menuju panggung IMB Februari lalu — hanya ingin menyanyi di hadapan banyak orang.

“Sebetulnya aku cuma ingin menyanyi. Karena inilah kelebihan yang diberikan Tuhan,” kata Hudson.

Mengikuti IMB, Hudson tidak melakukan persiapan khusus dan juga tidak berekspektasi berlebihan. “Untung-untungan saja. Makanya ketika tahu lolos senang sekali! Mungkin memang sudah dikasih jalannya seperti ini,” terangnya.

Walau demikian, Hudson menganggap serius panggung IMB. Hudson mencurahkan seluruh pikirannya saat ini hanya untuk aksi “Hudson-Jessica” setiap Sabtu dan Minggu malam di Trans TV. Hudson seorang yang perfeksionis, yang suka menyiapkan segala sesuatunya di bawah kontrol dirinya.

“Aku perfeksionis. Sudah terbiasa sejak dulu di kelab, aku sebagai konseptor sekaligus penampil,” kata Hudson yang mengandalkan kemampuannya sendiri untuk merias wajah dan mendesain kostum.

“Misalnya untuk penampilan hari Sabtu. Di situ aku akan bersikap idealis. Semua harus sesuai keinginanku, terutama pemilihan lagu,” imbuhnya.

Karena tidak semua lagu bisa dinyanyikan oleh two face. Dan bila tetap dipaksakan, akan memberi efek feel menyanyi yang jelek pada Hudson.

“Ada yang menyuruh aku nyanyi lagu ini, nyanyi lagu itu. Mereka tidak tahu kesulitannya menyanyi dalam wujud two face. Aku harus memilih lagu dengan jangkauan nada yang sesuai dengan kemampuan vokal aku. Jadi aku memang pilih sendiri lagunya karena harus membuat aku nyaman.” Apalagi, menyanyi bergantian sebagai Hudson dan Jessica juga membutuhkan konsentrasi tinggi agar tidak sampai tertukar.

“Untungnya belum pernah tertukar, kecuali untuk bercandaan. Sisi Jessica malah bersuara Hudson, dan sebaliknya,” kata Hudson yang merasa tekanan di panggung IMB tidak seberat di panggung kelab dengan para tamunya yang bisa memprotes langsung ketika penampilannya buruk.

Sikap perfeksionisme yang ditunjukkan Hudson berbuah manis. Dia terus melaju episode demi episode dengan perolehan poling SMS yang membanggakan. “Aku enggak menyangka juga bisa jadi tertinggi,” kata Hudson takjub. Hudson memang menakjubkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: